Arsip: Kemuning
Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 11-02-2008 | 7 Komentar »
Hari itu, saya bingung, bagaimana caranya mendapatkan uang untuk makan si Abu. Saya sendiri cukup dengan segelas air kopi. Tapi… kalau rokok saya sudah habis, akan timbul persoalan baru. Saya tidak bisa mikir kalau tidak merokok. Mau ngutang ke warung si ibu pemilik kontrakan? Ah… saya sudah malu, karena kebanyakan ngutang. Bagaimanapun caranya, saya harus dapat uang di hari itu.
Memang di saku celana, masih ada sekitar Rp 6.000,-. Tapi… uang itu tidak berani dibelikan apa-apa, karena motor saya sudah haus pingin minum bensin. Akhirnya, saya berangkat menuju Jakarta. Uang yang Rp 6.000,- digunakan untuk membeli bensin sebanyak Rp 5.000, dan menyisakan Rp 1.000,-. Jadi… jika saya tidak mendapat uang, maka saya tidak akan bisa pulang ke Bekasi.
Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 13-12-2007 | 1 Komentar »
Bangun tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi…
Terkadang merasa bosan dengan kegiatan sehari-hari. Menjemukan. Namun apapun yang terjadi, tetap harus dijalani. Demi menggapai cita-cita. Demi meraih angan-angan. Demi mewujudkan segala impian. Hidup ini memang perjuangan. Dan setiap perjuangan tentu memerlukan pengorbanan. Hidup ini memang sukar, tapi tidak terlalu sulit. Hidup ternyata gampang, tapi tidak terlalu […]
Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 06-12-2007 | 6 Komentar »
INILAH “musuh bebuyutan” Miftahul Malik. Saya memanggilnya Pandu. Meski usianya lebih tua, tetapi ia tampak awet muda, seperti seangkatan dengan saya, bahkan ada juga yang menyangka lebih muda dari saya. Pandu lahir di Ciamis, 25 Méi 1973. Ia adalah alumnus SMAN Kawali, Kabupaten Ciamis. Pernah juga kuliah di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Bandung, tapi […]
Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 06-12-2007 | 12 Komentar »
BERBEDA dengan Agus Bebeng, Miftahul Malik sangat memperhatikan penampilannya. Pakaiannya selalu rapi dan memperhatikan keselarasan perpaduan warna. Bicaranya lancar dan memiliki pengetahuan yang cukup luas. Ngobrol masalah apapun, pasti akan selalu nyambung. Bicaranya sangat meyakinkan.
Saya memanggilnya “Malik”. Ia memang lebih akrab dengan sapaan Malik. Sehari-harinya bekerja menjadi redaktur kesenian Koran Sunda Mingguan (KSM) Galura (group […]
Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 06-12-2007 | 20 Komentar »
KONON menurut beberapa orang kawan sealmamaternya di STIKOM Bandung, Agus Bebeng adalah atlit Boxer. Badannya kuat. Ia pernah menggelar demontrasi kekuatan dengan cara digebukin oleh kawan-kawannya dalam acara Ospek di kampus STIKOM, Jl. Lodaya, Bandung. Tapi entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Agus berbelok untuk terjun dan menekuni sastra Sunda.
Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 09-11-2007 | Tak ada komentar »

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 02-11-2007 | 1 Komentar »
Saya (x) ketika menjadi calo angkot jurusan Cicadas-Cibiru
Ketika menginjak kelas II SMA, ada jugarasa jenus menjadi penambang becak. Tapi… bekerja apa lagi yang bisa menghasilkan uang? Saat itu, angkutan kota jurusan Cicadas-Cibiru suka ngetem di depan Komplek Panyileukan. Diam-diam saya punya ide untuk menjadi calo angkot.
Tanpa banyak berpikir, saya pun langsung melakukannya. Jadilah saya […]
Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 02-11-2007 | 7 Komentar »
Di pangkalan becak pintu gerbang Komplek Bumi Panyileukan, Tahun 1993. Saya (x) bersama beberapa orang penambang becak dan seorang pedagang cendol.
14 Juli 1993 merupakan hari pertama menginjakan kaki di kampus SMA Pasundan 7, Jl. Kebonjati 31, Bandung. Saya sendiri tinggal di rumah kakak, Komplek Bumi Panyileukan, Cibiru, Bandung (Sekarang menjadi Kecamatan Panyileukan). Tadinya saya sempat […]
Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 02-11-2007 | 2 Komentar »
Seingat saya, waktu masih kecil, kalau saya sedang di Bandung, saya sering tinggal di rumah paman (Mang Asep Edi Djuwaedi). Sejak rumahnya di Jln. Jatayu, terus pindah ke Jln. Garuda, dan sekarang di Jl. Hari Hadi Somantri No. 1, Pajajaran, Bandung. Mang Asep adalah adiknya bapak saya. Dulu, sejak masih ngompol di kasur, saya sering […]