Arsip: Sajak Indonesia
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 22-12-2007 | Tak ada komentar »
(Rendezvous Sumiyadi)
Oleh ERWAN JUHARA
Tuhanlah katamu yang akan membariskan lima milyar insan
Sebab telah kau selami Dia lewat rubaiyat para sufi
Tuhanlah katamu yang akan mengabsenmu lewat suara Izrail
Sebab telah kau simak Dia lewat suara Ustadz dan Muadzin
Tuhanlah katamu yang memanggil-manggilmu lewat lolong godam
nafiri Israfil
Sebab telah kau bacai Dia lewat pohonan, lembah, dan bukit
Lewat kobaran matahari
Sebab sekarang telah […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh LIA DJAMALIYAH
Aku bukan terjebak di sini
Sungguh sengaja pasrah jiwaku
Burung di alam lepas, meneriakkan
Kemerdekaan, demokrasi dan hak asasi
Namun untukku …
Di sinilah segala yang hakiki
Di balik tembok terlindungi
Tanpa radisi, tanpa saling merasa iri
Tanpa saling “saling” mematai
Untuk berebut hidup hari ini
Dalam merah, jiwaku resah
Dalam kecewa, belajar berlapang dada
Dalam tawa ada syukur yang tumpah
Menikmati hari ini, seperti […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh LIA DJAMALIYAH
Hamparan bunga-bunga kamboja
Telah bertaburan dalam nafasku
Sesak kuhirup udara kemerdekaan
Di tangan para abdi negara yang
Menjajakan keadilan dan kedamaian
Raja-raja kecil menggarap lahan
Dengan tangan hukum
Merobek, mencabik, menggempur
Singgasanaku sampai lebur
Tangan hukum tempatku berpijak
Telah terbongkar habis oleh raja-raja kecil
Para ponggawa kerajaan tak lagi ramah
Saat melihat sahaya menggelepar di tepi sungai
Kepompongku tercerai-berai
Berbaur menjadi satu […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh DHIPA GALUH PUBA
Inikah arti dari kesunyian yang mencekam
Lama sudah kunantikan saatnya malam
bertaburan bintang
Mata-mu tiba-tiba memancarkan cahaya
kedamaian
Ingin rasanya kuikuti terangnya sinar itu
Irislah hatiku dengan pedang kebencian
Harapan telah pudar, ditelan keangkuhan
Sorot matamu, berbalik menyeruak ganas
Aku tak kuasa menepisnya
Namun kulihat seberkas kesenduan di
balik matamu
Akan kureguk setiap tetesan air matamu
Cipadung, September 2003
Dimuat di […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh ILMI IHSANA
Terdengar tawa yang berderai
Memanggil-manggil mangsa siap pakai
Lalu dijadikan pejantan
Atau sekedar pelarian
Tinggal pilih, dari kelas tripleks
Atau bintang lima
Mulai dari fast food di kafe
Hingga pake tarif dollar
Sebentuk tubuh pun diobral
Cuci gudang murah meriah
Laris manis bak kacang goreng
Asal jangan ngutang goceng
Tak peduli, yang penting uang
Tak peduli, yang penting nafsu…
[…]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh ILMI IHSANA
Walau kau telah jauh dariku
Izinkan hatiku bersamamu
Lihatlah rindu dalam cintaku
Dengarkanlah puisiku
Aku ingin bertemu
Nirwana indah nan biru
Resah yang merajam
Usung hari demi hari
Bumi mendung kian kelam
Inikah sunyi kian menyayat
Alunan lagu jiwa mengalir
Nafas harummu gemetarkanku
Terimalah persembahanku
Oleh cinta yang tak kan padam
Jatrock, fri, june 13th 2K3
SB No. 143, Séptémber 2003
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh ILMI IHSANA
Larut malam, saat suram
Dalam sendu
Tersisa luka, masih meradang
Oleh deraan
Coba dinginkan jiwa yang merana
Galau angan tak tentu arah
Hilang terbang hanya kenangan
Punai lepas dari pelukan entah kemana
Nikmati sesal dengan gagal
Mereguk pahitnya hati
menelan beban
Tuk’ lupakan segala
meski lara melanda
Walau ada hati yang berlabuh
di hadapanku
Biar kurajam diriku dengan sepi
Sambil merunuti bunga […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh ILMI IHSANA
Kembali ku terbenam di satu purnama
Hingga kelabu langit pagi menyapa
Tetesan bening embun yang tersisa
Bangkitkan perlahan lelap-nya raga
Peluh mengiring menguapkan mimpi
Meleburkan khayalan yang makin menjadi
Terhapus tiupan napas sang peri
Nada damai hidup tenangkan hati
Jatrock, may 26 th 2k3
SB No. 143, Séptémber 2003
Melebur rindu
Ilmi
Rembulan indah hangat memeluk
Melebur rindu menusuk sukma
Di mana […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh ILMI IHSANA
Lama kubersimpuh dalam hening
Sambil mengeja nama-Mu
Yang maha suci dan karim
Tersungkur lemas oleh ketidakberdayaan
Dibawah singgasana-Mu yang agung
Bumi pun berkabung
Langit pun mengutuk
Gemuruh yang membelah jagat
Aku takluk pada murka-Mu
Aku menangis dan bersujud
Di pintu-Mu aku mengetuk
Tumpahkan segala kesal dan sesal
Menyampaikan keluh kesah
Mengiba akan jawaban
Selagi kesempatan itu ada
Tuhan…
Lama tak kubaca kalam-Mu
Keluh lidah ini […]