Arsip: Sajak Indonesia
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh RANI NURCITA WIDYA
Gadis kecil yang duduk di depanku sibuk
mengerjakan tugas sekolahnya
Aku hanya bisa berlindung di bawah selembar selimut,
sedang di luar sana hanya menyisakan suara hujan.
Terlintas bayang-Mu, selalu mengikutiku kemana pun aku pergi.
Aku tambah memikirkan-Mu, makin mencintai-Mu, andai saja aku mengenal-Mu lebih awal, tentu aku lebih awal menyayangi-Mu.
Aku merasa tenang […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh ILMI IHSANA
Alunan irama rintik hujan
mengiringi angan
melayang
tak berpijak.
Temaram langit mendung tak berbintang
biaskan cahaya redup nan sendu,
carikan kertas dan
goresan pena
lautan tanda tanya, tempat mengadu.
Seperti akhir pekan ini,
kembali aku alami
pecundang.
Entah keberapa kalinya
kutatap peri senja
yang menyapa
lewat
kisah pengantar tidurku kelak
Jatrock, 1st 2k3
[…]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh NURMAYA
Galuh…
Kuukir namamu
di dalam terangnya hatiku
Galuh, Kau seorang lelaki yang sabar
Kau seorang yang dapat aku percaya
Galuh, Kau bangkitkan hidupku
Kau terangi jalan yang buntu
Kau sirami bunga di hatiku
Galuh…
Aku memandangmu, dengan hati yang mendalam, dan jiwa yang terang…
Galuh…
Setulus hati, aku mempercayaimu
Setulus hati, aku menyayangimu
Aku rela pasrahkan jiwa ragaku
Hanya untukmu
Ciamis, 1996
Dimuat di Majalah Seni […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh RANI SITI NURHAENI
Malam sunyi
sepi, seiring dengan kehampaan
termenung, tak tentu arah tujuan
Hidup, hancur
asa, pudar
ditelan kebengisan
mimpi, tak indah lagi
semua tinggal kenangan
mati, bersama kematian alam ini
Citraloka, 1423 H
Dimuat di Majalah Seni Budaya No. 139, Mei 2003
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh ILMI IHSANA
Bias indah sinar matamu
Untaian mutiara kasih abadi
Nafasmu bangkitkan aku
Dirimu hadir mengaliri
kalbu
Adalah yang lindungiku
dari terik mentari
jatrock, […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | 1 Komentar »
Oleh SITI MUTIARA NINGSIH
Ia…
Menutup telingaku
Dari kebisingan
Kata-kata kejam
Menutup mataku
Dari drama-drama
Pemberontakan
Ia…
Memantraiku
Dengan syair puitis
Karenanya aku
Tak akan tersayat
Ia…
Mendengar
Satu, dua dan semua
Warna cerita
Dan berusaha mengenal
Warna-warna itu
Ia…
Tersenyum
Pada kesalahan
Dan tertawa
Pada ketololan
V(^o^)V 2002-10-27
Dimuat di Majalah Seni Budaya No. 138, April 2003
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh SITI MUTIARA NINGSIH
Sang pohon tak mungkin berdiri
karena mungkin ia terbaring
bahkan tak mungkin ada
namun debu,
yang bukan bintang yang berkilaulah
yang mengabdikan dirinya
sehingga sang pohon dapat berdiri
menikmati
matahari
dan ia tak lagi kelaparan
hujan
dan tak lagi ia kehausan
oksigen dan karbon dioksida
hingga benapaslah dia
lalu sang pohon gugurkan
daun-daun kering untuk tanah
dan dengan akarnya […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh RASI YUGAFIATI
Sekali lagi kupandangi engkau
Wahai Adam
Semoga ini yang terakhir kalinya
Dari keterpurukanku
Detik-detik ini adalah waktu yang akan kita rindukan
Aku takut…
Gelapnya malam akan membawamu pergi
Kupandang kau
Betapa indahnya dirimu
Kadang aku heran
Betapa sayangnya aku pada dirimu
11032003
Dimuat di Majalah Seni Budaya No. 138, April 2003
Huruf Pun Berguguran
Oleh FERRY SUSANTO
Cahaya surya makin menyilaukan
Mata-mata bola […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh WIDA FARIDA.
Mengapa Kau Menyinariku
Bila Nyatanya Kau Kelak Menghilang
Apakah Kau Tahu
Hatiku sakit bila mengenang itu.
Apa Kau tak menyayangiku
Hingga kau pergi jauh
Aku kecewa , marah , sedih
Mengapa Kau tak bersinar lagi.
Tuhan…
Aku mohon , jangan Kau jauhkan
Jangan Kau jauhkan aku dari-Nya
Jangan Kau ambil dia dari kehidupanku.
Biarlah dia tetap
Menyinariku […]