Arsip: Seni Budaya
Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 20-07-2009 | Tak ada komentar »
Tulisan, adalah pembatas peradaban sebuah bangsa. Sejarah ada karena tulisan. Tulisan ada karena ada yang membaca. Tanpa kemampuan membaca, mustahil lahir tulisan, dan karenanya mustahil pula muncul peradaban. Karena tulisan mengasah kecerdasan untuk melahirkan karya-karya akal budi yang unggul bernama peradaban. Itu pula yang menyebabkan para founding father, meletakkan satu tujuan dari kemerdekaan Indonesia ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan PANDU RADEA
Pertunjukan yang berjalan 30 menit tersebut menampilkan simulasi permainan wayang golek dengan iringan alat musik tradisional yang disebut karinding. Alegria, pembawa acara Bosque Imagico menyatakan kepuasaanya. Dalam wawancara live tersebut kami juga kembali menjelaskan secara singkat gambaran mengenai pertunjukan Wayang Golek sunda dan wayang Indonesia pada umumnya. Yang ditampilkan wayang ajen hanya sebuah simulasi saja, Karinding yang menjadi pengiring musik adalah antisipasi akibat alat pertunjukan yang biasa dipergunakan tidak dibawa, sehubungan informasi panitia menyatakan Tim Wayang Ajen hanya akan diwawancara saja, tidak diminta tampil dalam format pertunjukan wayang golek. Untuk itu, maka kami juga menyerahkan video rekaman pertunjukan Wayang Ajen sebenarnya yang telah direkam di tanah air. Agar mereka tidak salah presepsi mengenai pertunjukan Wayang Ajen yang sebenarnya.
Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan PANDU RADEA
Tanpa banyak omong, lampu rakitan buatan Tavip segera kami pasang. Dan hasilnya ternyata sempurna. Si tekhnisi hanya terdiam melihat tindakan kami. Bahkan setelah melihat peralatan lampu Gambar Motekar milik Tavip yang sederhana namun mampu menghasilkan cahaya yang berkualitas (kelebihan Gambar Motekar adalah tidak adanya titik cahaya dari lampu yang dipancarkan) si tekhnisi yang merasa hebat itu semakin bengong. Baru nyaho rupanya. Tanpa lampu yang mahal dan modern pun, kami mampu menghasilkan efek cahaya yang lebih canggih.
Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan PANDU RADEA
Menurut kami, Aguimes adalah kota tua berlambang kadal (saya menduga kata Aguimes ini mungkin ada kesamaan dengan kata Iguana). Selama kami disana, jarang sekali melihat kerumunan atau lalu lalang manusia. Jalanan nyaris lengang, hanya satu dua kendaraan yang melintas. Di sekitar tempat kami tinggal terdapat bangunan besar gereja Iglesia de San Sebastian yang usianya sudah tua. Didepannya adalah taman kota yang asri. Dan ada 5 buah patung yang tersebar di sekitarnya. Rupanya, hampir di setiap ruang publik berdiri patung-patung tembaga seukuran manusia. Jika dihitung diseluruh Aguimes jumlahnya bisa mencapai seribu lebih.
Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan PANDU RADEA
Malgosia dan Roberto dari Teatro Dos Mundos (Espana) yang duduk didepan saya tampak nyengir mentertawakan. Berjuang melawan kantuk rasannya lebih berat dari tampil di atas panggung. ditambah lagi pertunjukan El Baron De Munhusen terasa berat untuk dicerna. Mereka bermain dalam dunia fantasi. Cerita tentang ayah dan ibu yang mencoba menidurkan anaknya dengan bercerita. Ditambah lagi dialog verbal yang mereka pakai adalah bahasa Bulgaria yang mendayu-dayu.
Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan PANDU RADEA
Boneka Karaghiozis dimainkan oleh jari-jari tangan. Jari telunjuk untuk menggerakan kepala, jempol dan jari tengah untuk menggerakan tangan kiri dan kanan boneka sedangkan jari manis dan kelingking untuk menciptakan gesture tubuh boneka. Jika di Indonesia tidak jauh bedanya dengan boneka si Unyil. Kepala boneka Karaghiozis terbuat dari bahan kayu yang keras, karena dalam adegan tertentu, tokoh Punch memiliki kebiasaan membentur-benturkan kepalanya dengan keras tatkala hatinya kecewa atau senang. Bunyi benturan yang keras itu menjadi efek tersendiri yang membuat pertunjukan menarik.
Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan PANDU RADEA
Berbeda dengan di El Rosario, disini kami bermain dengan total. Semua peralatan gedung menunjang kebutuhan pagelaran. Jorge, tekhnisi gedung antusias membantu kami walaupun tangannya tengah sakit. Kami ingin tunjukan kepada Domingo Borges dan penonton, kekuatan seni Wayang Golek Sunda. Pertunjukan kami tidak sia-sia. Penonton terpuaskan. Usai pagelaran selesai mereka memberikan standing aplaus sambil berdiri, ini adalah gaya penghormatan tinggi ala eropa. Setelah itu penonton langsung menyerbu panggung untuk memberi selamat sekaligus mengerumuni kami. Malam itu kami menjadi bintang.
Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan PANDU RADEA
Kemasan Wayang Ajen ke Spanyol merupakan kolaborasi antara seni tradisi Wayang golek dengan Gambar Motekar sebagai seni pengembangan wayang kulit. Instrumen musiknya selain menggunakan gending seperti yang dicampur dengan berbagai music tradisi beberapa suku di Indonesia, juga mengeksplorasi bunyi dan efek suasana dari alat-alat music berbahan sampah yang diciptakan Dodong Kodir. Kendati gending wayang merupakan musik digital computer, namun tetap saja dimainkan secara manual, terpisah-pisah. Saya yang bertindak sebagai program music harus mewaspadai terjadinya salah piih gendingan. Karena jika itu terjadi, akan berdampak fatal bagi dalang.
Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan PANDU RADEA
Tavip Lampung yang yang selalu dibelakang layar akhirnya bermain di depan layar. Dan itu cukup efektif untuk memperlihatkan bagaimana gambar motekar dimainkan. Satu-satunya kendala adalah soundsystem. Dari sekian banyak gending wayang seperti karatagan, ayak-ayakan, dll,yang seharusnya dimainkan sebagian besar mengalami distorsi bunyi. Hanya ilustrasi Bali, tarawangsa, gending Sriwijaya dan Cirebonan yang selamat. Tekhnikal error terjadi saat crew soundsystem tidak memahami music yang telah diolah menjadi data digital. Alat untuk menyambungkan 2 jak stereo dari laptop tidak mereka pasang, sehingga hasilnya membuat bunyi menjadi pecah. Terjadinya hal itu disebabkan misskomunikasi. Pasalnya bahasa Inggris mereka lebih parah dari Dodong Kodir yang hanya tahu 4 kata saja yaitu Yes, good, beautiful dan no problem.