Statistik

≈ Tulisan: 1701 tulisan
≈ Kategori: 32 kategori
≈ Komentar: 12062 komentar
≈ Hit: 2.104.788 kali

Kingkilaban

Katumbiri

Taman Sekar

Arsip: Seni Budaya

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Ustedes konosen nuestro pais Indonesia ? rekomondamos ke bayan para ber lo bonito ke es. Su kultura, las playas, la komida, la artesania I mucho mas.” Kata Si Cepot . isi kalimat tersebut mengajak penonton untuk datang melihat sendiri keindahan dan keragaman budaya. Serentak penonton menjawab “si” yang berarti “ya” demikian pula saat si Cepot, muncul sembari meneriakan kata “bamos, esas, palmas, gritos, waaaa…!” serentak semuanya bertepuk-tepuk mengikuti irama riang lagu gundul-gundul pacul yang dinyanyikan oleh Dodong Kodir dengan iringan alat musik gitar ciptaannya yang diberi nama Alpedo (Alat Petik Dodong).

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

La Palma merupakan kota kecil yang sangat indah. Arsitektur bangunannya perpaduan klasik dan modern. Jalan-jalan di wilayah pemukiman menggunakan batu yang ditata rapih dan rata. Kendati sempit, hanya cukup untuk dilalui 2 mobil namun situasinya sangat tertib. Hanya jalan protokol yang menggunakan aspal. Pejalan kaki adalah prioritas utama, dan jika mereka menyebrang jalan, selalu di tempat yang bertanda zebra cross, kendati harus memutar. Sekali lagi lampu merah dan Pak Polisi nyaris tidak ada.

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Bagi sebuah pertunjukan wayang, kemampuan 4 orang yang mampu meramu pertunjukan tanpa kehilangan karakter dasar seni wayang menjadi terobosan baru yang patut diacungi jempol. Penonton tidak menyangka bahwa pertunjukan Wayang Ajen dalam Festival de Titeres de Canarias di Spanyol yang berlangsung sampai tanggal 5 Mei 2009 ini hanya didukung oleh 4 orang. sehingga usai pertunjukan nyaris semua penonton menyerbu panggung untuk meilhat property dan system kerja yang dikemas oleh tim Wayang Ajen.

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Di Spanyol saat ini adalah musim semi. berbagai bunga liar bermekaran dimana-mana. Betul-betul indah. Inilah salah satu puncak mimpi saya. Pemandangan eropa yang biasanya hanya dapat saya lihat di kalender-kalender, kini terpampang langsung di depan mata. Di tempat ini, kami pun berjumpa dan berkenalan dengan seniman boneka dari yunani dan Spanyol yaitu Stasis Markopolus (Ayusaya), Marga Carbonell, Miren Larrea dan Gini Tellez. Momen penting ini menjadi pertemuan budaya antara asia dan eropa.

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Inilah kontradiktif yang ke 3. Ternyata nilai-nilai toleransi masih tinggi dianut oleh warga eropa. Hal itu bisa terlihat dari perikehidupan masyarakat Tenerife. Pengemudi kendaraan sangat menghargai pejalan kaki, budaya antri yang tinggi, ketaatan berlalulintas, bersih dari sampah, keramahan penduduknya, dan jauh dari pengrusakan lingkungan membuat suasana di Tenerif menjadi kota yang tertib dan teratur. Sepanjang yang saya lihat, tidak ada vandalisme. Tembok-tembok jalan tapak bersih, tidak ada coretan usil. Dan satu hal lagi, di Tenarif nyaris tidak ada lampu merah maupun polisi lalu lintas. lampu merah di setiap persimpangan diganti dengan bundaran jalan, istilah spanyolnya adalah rotunda. Pembangunan Infra Strukturnya betul-betul matang dan terencana. Pohon-pohon tua dan bangunan-bangunan lama sangat dilindungi sebagai salah satu asset wisata. Sementara di Indonesia?

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Inilah kontradiktif kedua antara Tenarife dan kota-kota wisata di Indonesia. Yaitu tentang Sampah. Di Tenarife tidak ada sampah yang berserakan. Sedangkan di Indonesia, sampah sangat merajalela. Entah dimana para petugas sampah di Tenarife itu menimbun limbah manusia. Jika saja Dodong Kodir bisa berbahasa spanyol tentu masalah itu bisa selesai dengan bertanya kepada petugas hotel. Sayangnya bahasa Inggris petugas hotel umumnya jelek (apalagi kami) sehingga dialogpun sering salah tafsir. Hasilnya tentu saja miss understanding.

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Dari Madrid kami terbang 3 jam lamanya ke Tenarife, sebuah pulau wisata yang sangat indah, seperti halnya Pulau Bali di Indonesia. Di Bandara Tenarife, kegelisahan mulai menyergap tatkala 5 kotak peralatan pagelaran yang berisi wayang, lampu, alat music, termasuk perlengkapan pribadi tidak ada. Padahal tiket untuk peralatan tersebut sejak dari Jakarta telah di bawa lewat bagasi pesawat sampai tenarife. Alhasil, di tempat bagasi tinggal kami berempat yang termangu-mangu, berkali-kali kami menanyakan ke pihak Iberia Air lines, ternyata mereka tidak menerima paket barang kami yang di over dari Qatar Air lines.

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tak ada komentar »

Kami transit di Doha. Dan harus menunggu 7 jam lamanya. Perbedaan waktu Indonesia dan Doha 4 jam lamanya. Selama menunggu, waktu dipergunakan untuk ngobrol ngaler ngidul, ternyata banyak juga orang Indonesia kami temui. Dan hal itu terjadi di ruang berasap alias smoking area. Di tempat itulah secara naluri kami berbincang-bincang. Beberapa bule turut nimbrung karena melihat dandanan kami yang seragam. Kami berdialog terpatah-patah, memahami pertanyaan mereka tentang wayang golek. Ternyata selain yes dan no, bahasa tarzan lebih efektif menjelaskan tentang wayang golek pada mereka.

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 31-03-2009 | Tak ada komentar »

Ku MARUTA BAYU

RBS taun 2009 ngasongkeun jejer “Riksa Basa, raksa Budaya”, kalayan acarana resmi dibuka ku Dingding Haerudin, M.Pd., ketua Jurusan Pensatrada, di Gedong PKM kampus UPI Bandung (19/03). Dina biantarana, Dingding nétélakeun kareueus tur pangrojongna ka para mahasiswa Pensatrada anu konsistén ngagelar RBS saban taun. Nurutkeun Rofi Fitriadin, ketua pelaksana RBS 2009, digelarna RBS téh mangrupa salahsahiji partisipasi aktif mahasiswa ninangka generasi ngora dina miara, ngamumulé, jeung ngamekarkeun budaya Sunda, hususna basa Sunda. Kagiatan RBS ogé digelar kalayan mibanda tujuan pikeun ngahudang rasa kareueus jeung kacinta kana basa Sunda di kalangan guru-guru, para siswa, jeung sakumna masarakat.

Pencarian


InstaForex