Arsip: Tourism
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 31-03-2009 | Tak ada komentar »
Oleh Rochajat Harun
Dalam strategi pemasaran ada beberapa negara yang dijadikan sebagai pasar baru bagi Indonesia, yaitu negara-negara Cina, Timur Tengah, India, dan Rusia. Negara-negara tersebut di ambil karena mulai menunjukkan pertumbuhan kunjungan wisatawan yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Sejak 10 tahun terakhir jumlah Kunjungan dari negara-negara tersebut terus tumbuh, dan tidak terlalu dipengaruhi oleh kondisi Indonesia pasca bom Bali I dan Bali II.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 07-01-2009 | 1 Komentar »
Oleh ROCHAJAT HARUN
Dengan demikian, dalam konteks pariwisata dan budaya perlu ditekankan bahwa makna pariwisata budaya dapat dipandang bukan saja sebagai produk tetapi juga sebagai proses. Sebagai produk, pariwisata budaya dipandang sebagai daya tarik wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan. Jenis wisata ini memuat informasi atau pesan-pesan yang bersifat budaya. Daya tarik wisata ini dapat berupa barang kerajinan, peninggalan sejarah purbakala, pertunjukan kesenian, ritual keagamaan, dan lain-lain. Ada kalanya daya tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga dengan mudah dapat dinikmati oleh wisatawan. Melalui kemasan tersebut diharapkan wisatawan dapat memperoleh pengalaman kebudayaan dengan cara melihat sesuatu yang dirasa unik, berbeda, mengesankan dan berbagai sensasi yang dibutuhkan untuk memperkaya kebutuhan spiritualnya.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 07-01-2009 | 3 Komentar »
Oleh ROCHAJAT HARUN
Gunung, bukit, dan pantai tersebut merupakan ragam daya tarik wisata yang terdiri dari sungai - sungai besar yang lebarnya lebih dari 100 meter, seperti Sungai Citarum, Sungai Cimanuk, Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung. Juga menawarkan pemandangan sungai dan kegiatan arung jeram sebagai daya tarik wisata. Kondisi geologi Jawa Barat yang menjadikan Jawa Barat semakin kaya akan keberagaman daya tarik wisata ini didukung dengan kondisi cuaca dan iklim yang umumnya sejuk sehingga menjadi lebih menarik bagi wisatawan. Berikut cakupan faktor lingkungan pariwisata yang mempengaruhi pengembangan kepariwisataan di Jawa Barat.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 07-01-2009 | 2 Komentar »
Oleh ROCHAJAT HARUN
Kebudayaan Jawa Barat lainnya yang muncul di masyarakat adalah alat musik tradisional yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bambu, seperti angklung, pertunjukan kesenian khas Jawa Barat seperti celempungan, upacara pertanian Nyi Pohaci Sanghyang Sri, ujungan, wayang golek, wayang beber, dan wayang kulit. Kerajinan-kerajinan khas Jawa Barat yang sudah dikenal sejak jaman kerajaan bahkan zaman pra sejarah, seperti kerajinan anyaman yang saat ini masih berkembang di Tasikmalaya, gerabah di Purwakarta, batik di Garut dan Cirebon, merupakan warisan budaya yang bernilai tinggi bagi Jawa Barat.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 31-12-2008 | 7 Komentar »
Oleh ROCHAJAT HARUN
Kabupaten Ciamis yang terkenal dengan Pantai Pangandarannya terletak di ujung timur Jawa Barat. Sektor pariwisata merupakan andalan kabupaten ini yang menawarkan pemandangan alam dan kegiatan rekreasi, seperti pantai Pangandaran, pantai Krapyak, pantai Lembah Putri, pantai Batu Hiu dan Green Canyon (Cukang Taneuh). Kegiatan pariwisata di Kabupaten Ciamis mampu menggerakan lapangan usaha lainnya seperti pertanian, perikanan, industri dan perdagangan. Walaupun didominasi oleh pantai, Kabupaten Cimais memiliki potensi budaya yang menjadi unggulan daerah, seperti Kampung Kuta, Situ Lengkong, Karang Kamulyan, Situs Gunung Susuru, Astana Gede Kawali, dan Ronggeng Gunung. Wisata agro Lembah Putri, juga menjadi unggulan kabupaten ini.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 19-12-2008 | 4 Komentar »
Oleh ROCHAJAT HARUN
Keunikan Kampung Naga adalah kekayaan budayanya. Kampung ini merupakan kampung kecil yang penduduknya sangat teguh dan patuh memegang tradisi nenek moyang secara turun temurun. Masyarakat Kampung Naga hidup pada suatu tatanan yang memiliki suasana kesehajaan dan keharmonisan antara adat istiadat tradisional bercampur dengan kekentalan ajaran agama Islam yang dipeluk. Misalnya saja, upacara-upacara adat yang kerapkali mereka gelar; bentuk dan konstruksi bangunan rumah; dan peralatan rumah tangga yang digunakan yang masih tradisional. Bahkan kampung ini menolak aliran listrik karena ada kekhawatiran terjadi kebakaran.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 16-12-2008 | 3 Komentar »
Oleh ROCHAJAT HARUN
Bisnis pariwisata merupakan model bisnis yang complicated. Melibatkan ketentuan, prinsip, persyaratan, standar, mekanisme dan prosedur, etika dan tradisi, yang membutuhkan perhatian lebih serius dalam perencanaan (Tourism Business Plan). Demikian pula dalam pelaksanaan, dan penyusunan design-design penyelesaian masalah. Untuk dapat bersaing secara lebih adil dan jernih.Tourism Business Plan memerlukan design-design akurat, dan secara proporsional meletakkan pertimbangan-pertimbangan hukum.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 14-12-2008 | 6 Komentar »
Oleh ROCHAJAT HARUN
Bagi yang berminat mengoleksi batu-batuan seni Suiseki , yaitu bongkahan batu yang setelah dibersihkan dan dipoles akan mirip dengan manusia, hewan, gunung-gunung, air terjun, maupun bangunan dan sebagainya; kiranya dapat berkunjung ke daerah Ciniru kurang lebih 12 km kearah timur dari kota Kuningan. Lokasinya ada pada daerah pergunungan. Dahulu tahun 80-an sewaktu almarhum pak Ismail Saleh masih jeneng sebagai Menteri Kehakiman, daerah Ciniru ini banyak dikunjungi para wisatawan terutama domestik untuk mencari batu Suiseki ini. Bahkan banyak tanah-tanah lamping yang digali orang, hanya sekadar mencari batu-batu seni tersebut. Apabila batu itu sudah dipoles dan dibersihkan, bentuknya akan menyerupai mahluk atau bangunan maupun gunung-gunung. Harganya bisa melambung sampai jutaan rupiah. Almarhum pak Ismail Saleh punya hobi mengoleksi batu seni Suiseki. Beliau sering sekali berkunjung ke daerah Ciniru.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 11-12-2008 | 5 Komentar »
Oleh ROCHAJAT HARUN
Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam pengembangan Pariwisata berbasis komunitas, masyarakat setempat memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai subjek (pelaku) dan juga sebagai objek (atraksi). Sebagai komunitas lokal memiliki karakteristik dan keterbatasan-keterbatasan sosial, budaya dan ekonomi yang mungkin belum sesuai dengan aktivitas Pariwisata. Sedangkan sebagai atraksi masyarakat juga harus dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan kebutuhan wisatawan yang juga memiliki tuntutan spesifik.