Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 01-09-2008 |

 

Kegerahan ini semakin membaur

ketika air liur kian menggenang sekujur

hidupku bermandikan air liur

yang telah begitu lama berhibur takabur

dalam terjaga dan lelapnya tidur

begitu jauh dari tafakur dan sujud syukur…

 

Hingga sampailah kaki ini ke tepi Ramadhan

alunan suara nan merdu dari menara masjid

luluhkan bangunan keangkuhan

bertalu-talu beduk mengetuk

jiwa yang bergumul kebusukan

 

Hujan sambut bulan suci

sucikan alam

bersihkan luka, dendam, dan sisa-sisa putus asa

Oh… Zibril, tolong sampaikan kepada panutanku

telah kumohon ampun:

kepada air, tanah, pohon, langit dan semuanya

izinkan kaki ini melangkah pada Ramadhan

untuk kuburkan kekufuran

dan biarkan tubuh ini basah kuyup

diguyur hujan di awal Ramadhan

 

Ranggon Panyileukan, 1 Ramadhan 1429 H