Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 27-09-2011 | 1 Komentar »
Catatan Kecil DHIPA GALUH PURBA
Menjelang hari pertama bulan puasa, ada tradisi munggah yang sampai saat ini masih dipelihara baik di desa maupun di kota. Munggah berasal dari kata “unggah”, yang artinya mengawali sebuah pekerjaan (dari bawah ke atas, dari kecil menuju besar, dari hitungan 1 sampai…). Kata munggah memang sangat akrab dengan Islam, seperti juga dapat ditemui pada ibadah munggah haji. Biasanya pada malam munggah, anggota keluarga yang merantau pun menyempatkan diri untuk pulang dan berkumpul bersama sanak keluarga. Munggah bukan sekedar sahur bersama. Di sana ada silaturahmi, berdo’a bersama, saling mengingatkan untuk membersihkan diri, dan ada pula yang mengamalkan sidekah munggah (sedekah pada sehari menjelang bulan Puasa). Tentu sedekah di Bulan Ramadhan merupakan perbuatan mulia, sebagaimana menurut riwayat Al-Baihaqi, dari Aisyah radhiallahu ‘anha, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, jika masuk bulan Ramadhan membebaskan setiap tawanan dan memberi setiap orang yang meminta.”
Share on Facebook