Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 20-07-2009 |



Pameran Artefak dan Workshop

 

 

“Jejak Budaya Tulis Bangsa Indonesia”

 

 

Di PAMERAN BUKU BANDUNG 2009

 

 

Landmark Convention Hall, Jl. Braga 129, Bandung

5 s.d. 11 Agustus 2009

 

Kerjasama IKAPI JABAR, PEMKOT BANDUNG, PEMDA JABAR, MUSEUM SRI BADUGA BANDUNG, MUSEUM PT. POS INDONESIA BANDUNG, MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN SUMEDANG, GEDUNG INDONESIA MENGGUGAT, MGMP SEJARAH KOTA BANDUNG, DAN ASOSIASI GURU SEJARAH INDONESIA.

 

A. PROLOG

 

Tulisan, adalah pembatas peradaban sebuah bangsa. Sejarah ada karena tulisan. Tulisan ada karena ada yang membaca. Tanpa kemampuan membaca, mustahil lahir tulisan, dan karenanya mustahil pula muncul peradaban. Karena tulisan mengasah kecerdasan untuk  melahirkan karya-karya akal budi yang unggul bernama peradaban. Itu pula yang menyebabkan para founding father, meletakkan satu tujuan dari kemerdekaan Indonesia ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sesungguhnya, perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun peradabannya telah berlangsung sejak ribuan tahun silam. Sejak prasasti Yupa tertua ditemukan di Kutai Kartanegara abad ke5 SM, kita segera mengetahui bangsa ini sudah memiliki tradisi menulis. Temuan–temuan arkeologi di berbagai penjuru Nusantara pada masa berikutnya semakin meneguhkan kita bahwa bangsa ini besar karena tradisi menulisnya tumbuh dengan pesat pula.

 

Terlebih ketika bangsa Indonesia bersentuhan dengan budaya tulis modern. Buku, suratkabar, dan media komunikasi lainnya semakin melengkapi perkembangan peradaban. Bahkan kemerdekaan pun sesungguhnya lahir sebagai respons inteleketual dan fisikal atas ketidakadilan yang dilakukan oleh penjajah atas negeri dan bangsa ini.

 

Karenanya, penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenali jejak budaya tulis yang telah diciptakan para pendahulunya dan merenungkan kembali makna jejajak tersebut bagi langkah kita ke masa depan.

 

Berkenaan dengan hal itu, menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-59, Ikapatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Barat bermaksud menggelar aneka produk budaya tulis yang menggambarkan jejak langkah bangsa ini dalam membangun peradabannya. Sebuah gelaran yang dikaitkan dengan Pameran buku yang rutin digelar oleh IKAPI Jawa Barat.

 

Tentu saja, gelaran ini hampir mustahil dapat diwujudkan tanpa ada dukungan dari semua pihak. Bukan saja mereka yang bergelut dengan dunia penerbitan buku, tetapi juga mereka yang menaruh hormat dan memandang budaya tulis sebagai akar peradaban sebuah bangsa yang maju. Kami yakin, gelaran ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi semua pihak yang mendambakan bangsa Indonesia maju dan bermartabat. Alhamdulillah rencana kegiatan ini mendapat respon yang positif dari berbagai pihak, dan kami telah sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam menyukseskan acara ini.

 

 

B. Nama, tema,  dan bentuk kegiatan

 

Nama Kegiatan            : Gelaran Karya

Tema                            : Membaca-Budaya Masyarakat Merdeka

Bentuk Kegiatan            : Pameran Artefak dan Workshop

 

 

C. Tujuan kegiatan

 

1.       Memperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya di Jawa Barat, artefak yang menjadi jejak budaya menulis bangsa Indonesia dari masa ke masa.

2.       Memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih menghargai dan mengapresiasi budaya menulis sebagai pilar utama pembangunan peradaban bangsa Indonesia.

3.       Membangun kesadaran masyarakat, tentang akar sejarah perbukuan di Indonesia adalah pada tradisi menulis yang telah tumbuh sejak ribuan tahun silam.

 

D. Manfaat Kegiatan

 

1.       Menjadi wahana sosialisasi komitmen berbagai pihak terhadap sejarah dan budaya bangsa Indonesia, khususnya budaya menulis.

2.       Menjadi wahana edukasi bagi generasdi muda dengan kekayaan khasanah sejarah budaya tulis bangsanya sendiri.

3.       wahana silaturahmi para penerus tradisi budaya tulis Indonesia dalam meresppons tantangan perdaban masa depan.,

 

E. Waktu dan Tempat Kegiatan

 

Gelaran dilakukan dalam rangka Pameran Buku Bandung yang digelar oleh IKAPI Jawa Barat pada:

 

Waktu Kegiatan: 5-11 Agustus 2009

Tempat   : Area Acara Pameran Buku Bandung 2009

    Landmark Convention Hall

                            Jalan Braga 129, Bandung

 

F. Sasaran Kegiatan

 

Pihak yang menjadi sasaran dari kegiatan ini adalah:

 

a.       Generasi muda Indonesia, khususnya para pelajar SD/SLTP/SLTA/MI/MTS/MA seluruh Jawa Barat, khususnya di wilayah Bandung raya

b.       Masyarakat pada umumnya

c.       Anggota IKAPI Seluruh Indonesia

d.       Media massa lokal dan nasional

 

G. Uraian Kegiatan

 

Gelaran terdiri atas dua kegiatan utama yakni pameran dan diskusi yang dilangsungkan selama pelaksanaan pameran buku dan berlokasi di tempat pameran tersebut dilaksanakan.

 

Pameran Artefak

Pameran menampilkan sejumlah artefak yang berasal dari dua periode utama dalam tradisi budaya tulis bangsa Indonesia.

 

Periode klasik, yakni masa sejak muncul dan berkembangnya kerajaan-kerajaan kuno sebelum kedatangan bangsa-bangsa barat. Artefak yang ditampilkan adalah prasasti, utamanya yang berasal dari wilayah Jawa Barat, serta naskah-naskah kuno yang dibuat di atas daun lontar.

 

Periode kolonialistik, yakni masa sejak kehadiran bangsa-bangsa asing (barat) yang kemudian melakukan praktik kolonialisme di wilayah Nusantara pada awal abad ke-16, hingga masa pendudukan Jepang pada pertengahan abad ke-20. Artefak yang ditampilkan adalah produk-produk budaya tulis bangsa Indonesia saat itu seperti surat emar raja-raja, naskah pengajaran agama, hingga koran dan buku-buku yang pertama diterbitkan, utamanya di wilayah Jawa Barat.

 

Periode Merdeka, yakni masa sejak proklamasi kemerdekaan dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 hingga kini. Artefak yang ditampilkan adalah produk-produk budaya tulis yang muncul semasa kemerdekaan seperti poster, pamflet, hingga buku dan koran perjuangan. Jika mungkin ditampilkan naskah-naskah monumental yang sangat menarik perhatian publik.

 

Museum PT. Pos Indonesia akan memamerkan surat-surat emas raja Sunda.

Museum Prabu Geusan Ulun akan memamerkan naskah Warugajagat, Wangsakerta, dsb.

 

 

Workshop

 

Talkshow berlangsung pada hari Kamis, 6 Agustus 2009, pukul 09.00 s.d. 15.00 WIB, terdiri dari tiga sesi.

 

Workshop Sesi Pertama: Prasasti dan Peranannya dalam Tradisi Budaya Menulis di Jawa Barat.

Pembicara: Titi Surti Nastiti (Arkeolog), Dra. Tien Wartini (Filolog), Tedi Permadi (Filolog), Moderator: Nandang Darana (sastrawan)

 

Workshop Sesi Kedua:  Peranan Surat dalam Memajukan Budaya Tulis Indonesia.

Pembicara: Ajip Rosidi (Budayawan), Tenan Priyo Widodo (Kepala Museum PT. Pos Indonesia), M. Ridlo Eisy* (Pemimpin Umum HU Galamedia), Moderator: Dhipa Galuh Purba (Wartawan Majalah Seni Budaya).

 

Workshop Sesi Ketiga: Surat Kabar dan Buku Dalam Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Pembicara: Syafik Umar (Direktur Utama HU. Pikiran Rakyat), Cecep Burdansyah (Pemred Tribun Jabar), Moch. Syaban Hanif, (Kepala Pengelola Gedung Indonesia Menggugat), Moderator: Rema K. Soenandar (Wakil Ketua IKAPI Jabar).

 

H. EPILOG

Gelaran ini memiliki makna penting dan manfaat yang besar bagi banyak pihak. Utamanya bagi upaya memotivasi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat, untuk terus mengembangkan tradisi budaya menulis. Karenanya, kami memohon kiranya berbagai pihak untuk memberikan dukungan positip bagi pelaksanaan kegiatan ini.

*Dalam Konfirmas