Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 |

Oleh DHIPA GALUH PUBA

Inikah arti dari kesunyian yang mencekam

Lama sudah kunantikan saatnya malam

bertaburan bintang

Mata-mu tiba-tiba memancarkan cahaya

kedamaian

Ingin rasanya kuikuti terangnya sinar itu

Irislah hatiku dengan pedang kebencian

Harapan telah pudar, ditelan keangkuhan

Sorot matamu, berbalik menyeruak ganas

Aku tak kuasa menepisnya

Namun kulihat seberkas kesenduan di

balik matamu

Akan kureguk setiap tetesan air matamu

Cipadung, September 2003

Dimuat di Majalah Seni Budaya No. 144, Oktober 2003