Kategori: Ruang Publik | Diterbitkan pada: 31-03-2009 |

Kita telah saling pandang dari tempat yang sama
dan ternyata… rasa itukian bergemuruh
mengamuk dalam dada
tak kuasa kurajut semua
tanpamu
Pulanglah wahai mata nan damai
Kembalilah ke pematang
berpegang dan berlari kita telusuri
angin sejuk kehidupan di sebuah kampung
tempat kita melambungkan
harapan, cita-cita, dan cinta








Lalu, kemana akan kau rajut
mengejar harapan, cita-cita dan cinta
bisakah berdiri kokoh tanpanya?
Embun tetes kehidupan tak pernah mati
namun hati kadang beku oleh sebuah rasionalitas
Dimanapun kini melangkah
harapan itu selalu ada, ada dan ada
kecuali
diri kita
yang membununya
Wilujeng tepang Kakak seniorku di SMPN Panjalu
Baktos
Titing Kartika
(www.Titingkartika.blogspot.com)