Statistik

≈ Tulisan: 1554 tulisan
≈ Kategori: 44 kategori
≈ Komentar: 10645 komentar
≈ Hit: 567.379 kali
PPCinbox Indonesia
Kan Kuikhlaskan

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 30-06-2009 | Tidak ada komentar »

Aku ikhlas membiarkannya… bahkan mendo’akannya… dan kuanggap ia sedang menjalankan tugas mulia. Sebagai orang yang sedang menjalankan tugas mulia, ia bias kembali, bias juga tidak akan pernah kembali. Tapi biarlah… setidaknya aku begitu merasakan kebahagiaan yang berselimutkan harapan. Kebahagiaan yang tiada duanya. Harapan yang bersemangat, hidup, dalam setiap detak langkah. Aku sangat berharap, ia kembali, dan bias menggapai harapan itu. Jika tidak, aku tetap akan mencoba untuk berbahagia menyaksikan angin, air, bumi, langit, dan semuanya: mengetahui arti sebuah kesendirian dan betapa agung cinta yang sesungguhnya.

Ti Dadali Manting Nepi ka Ngirim Carpon (Mairan Komentar dina Kaca SAMPURASUN)

Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 30-06-2009 | Tidak ada komentar »

Catetan DHIPA GALUH PURBA

Dadali Manting Tipeuting, rumpaka lagu Kang Darso anu dipikalandep oge ku simkuring. Numutkeun Kamus RA Danadibrata, DADALI teh sabangsa alap-alap, buluna luis, jaringhas, jeung rikat pisan. Dadali hiberna cepet jeung suat-sietna saperti langlayangan adu, dina nyerepetna siga kapal jet, sarta lamun rek mubus ka jero daun gomplok siga nu babarieun pisan, teu sieuneun neumbag kana dahan, ari kabeukina manuk nu laleutik disamberna dina keur bongoh. Ari MANTING sasarina dibasakeun kana anjing anu keur dibawa moro terus-terusan ngagogog lantaran nenjo atawa ngambeu mangsana. Tapi taya salahna kecap MANTING dilarapkeun kana DADALI oge. Jadi, DADALI MANTING TIPEUTING hartina dadali anu keur suat-siet nyamber pihakaneun dina mangsa wanci peuting.

Perjalanan ke Spanyol; VISIT INDONESIA YEAR & HAPPY ENDING (17)

Kategori: Siaran Radio | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tidak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Sedikit banyak informasi tersebut memberikan pengetahuan kepada warga Spanyol untuk semakin mengenal Negara Indonesia, tidak hanya pulau Bali dan Aceh akibat promosi yang dilakukan secara persuasive, maka Fransisco Brito bersama beberapa orang tim dari eropa merasa sangat tertarik, terutama oleh kekayaan seni budaya Indonesia. Dan mereka merencanakan sekitar bulan Agustus 2009 akan berjunjung ke Indonesia untuk berkeliling ke berbagai daerah untuk mencari potensi seni budaya yang dapat ditampilkan di luar negeri.

Perjalanan ke Spanyol; The Special Team (16)

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tidak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Pertunjukan yang berjalan 30 menit tersebut menampilkan simulasi permainan wayang golek dengan iringan alat musik tradisional yang disebut karinding. Alegria, pembawa acara Bosque Imagico menyatakan kepuasaanya. Dalam wawancara live tersebut kami juga kembali menjelaskan secara singkat gambaran mengenai pertunjukan Wayang Golek sunda dan wayang Indonesia pada umumnya. Yang ditampilkan wayang ajen hanya sebuah simulasi saja, Karinding yang menjadi pengiring musik adalah antisipasi akibat alat pertunjukan yang biasa dipergunakan tidak dibawa, sehubungan informasi panitia menyatakan Tim Wayang Ajen hanya akan diwawancara saja, tidak diminta tampil dalam format pertunjukan wayang golek. Untuk itu, maka kami juga menyerahkan video rekaman pertunjukan Wayang Ajen sebenarnya yang telah direkam di tanah air. Agar mereka tidak salah presepsi mengenai pertunjukan Wayang Ajen yang sebenarnya.

Perjalanan ke Spanyol; The Last Performance (15)

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tidak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Tanpa banyak omong, lampu rakitan buatan Tavip segera kami pasang. Dan hasilnya ternyata sempurna. Si tekhnisi hanya terdiam melihat tindakan kami. Bahkan setelah melihat peralatan lampu Gambar Motekar milik Tavip yang sederhana namun mampu menghasilkan cahaya yang berkualitas (kelebihan Gambar Motekar adalah tidak adanya titik cahaya dari lampu yang dipancarkan) si tekhnisi yang merasa hebat itu semakin bengong. Baru nyaho rupanya. Tanpa lampu yang mahal dan modern pun, kami mampu menghasilkan efek cahaya yang lebih canggih.

Perjalanan ke Spanyol; Kota Seribu Patung (14)

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tidak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Menurut kami, Aguimes adalah kota tua berlambang kadal (saya menduga kata Aguimes ini mungkin ada kesamaan dengan kata Iguana). Selama kami disana, jarang sekali melihat kerumunan atau lalu lalang manusia. Jalanan nyaris lengang, hanya satu dua kendaraan yang melintas. Di sekitar tempat kami tinggal terdapat bangunan besar gereja Iglesia de San Sebastian yang usianya sudah tua. Didepannya adalah taman kota yang asri. Dan ada 5 buah patung yang tersebar di sekitarnya. Rupanya, hampir di setiap ruang publik berdiri patung-patung tembaga seukuran manusia. Jika dihitung diseluruh Aguimes jumlahnya bisa mencapai seribu lebih.

Perjalanan ke Spanyol; Jamuan Terakhir di Tenerife (13)

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tidak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Malgosia dan Roberto dari Teatro Dos Mundos (Espana) yang duduk didepan saya tampak nyengir mentertawakan. Berjuang melawan kantuk rasannya lebih berat dari tampil di atas panggung. ditambah lagi pertunjukan El Baron De Munhusen terasa berat untuk dicerna. Mereka bermain dalam dunia fantasi. Cerita tentang ayah dan ibu yang mencoba menidurkan anaknya dengan bercerita. Ditambah lagi dialog verbal yang mereka pakai adalah bahasa Bulgaria yang mendayu-dayu.

Perjalanan ke Spanyol; Karaghiozis, Seni Boneka Jalanan (12)

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tidak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Boneka Karaghiozis dimainkan oleh jari-jari tangan. Jari telunjuk untuk menggerakan kepala, jempol dan jari tengah untuk menggerakan tangan kiri dan kanan boneka sedangkan jari manis dan kelingking untuk menciptakan gesture tubuh boneka. Jika di Indonesia tidak jauh bedanya dengan boneka si Unyil. Kepala boneka Karaghiozis terbuat dari bahan kayu yang keras, karena dalam adegan tertentu, tokoh Punch memiliki kebiasaan membentur-benturkan kepalanya dengan keras tatkala hatinya kecewa atau senang. Bunyi benturan yang keras itu menjadi efek tersendiri yang membuat pertunjukan menarik.

Perjalanan ke Spanyol; Double Impact (11)

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tidak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Berbeda dengan di El Rosario, disini kami bermain dengan total. Semua peralatan gedung menunjang kebutuhan pagelaran. Jorge, tekhnisi gedung antusias membantu kami walaupun tangannya tengah sakit. Kami ingin tunjukan kepada Domingo Borges dan penonton, kekuatan seni Wayang Golek Sunda. Pertunjukan kami tidak sia-sia. Penonton terpuaskan. Usai pagelaran selesai mereka memberikan standing aplaus sambil berdiri, ini adalah gaya penghormatan tinggi ala eropa. Setelah itu penonton langsung menyerbu panggung untuk memberi selamat sekaligus mengerumuni kami. Malam itu kami menjadi bintang.

Perjalanan ke Spanyol; Hari Yang Sibuk (10)

Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 | Tidak ada komentar »

Catatan PANDU RADEA

Kemasan Wayang Ajen ke Spanyol merupakan kolaborasi antara seni tradisi Wayang golek dengan Gambar Motekar sebagai seni pengembangan wayang kulit. Instrumen musiknya selain menggunakan gending seperti yang dicampur dengan berbagai music tradisi beberapa suku di Indonesia, juga mengeksplorasi bunyi dan efek suasana dari alat-alat music berbahan sampah yang diciptakan Dodong Kodir. Kendati gending wayang merupakan musik digital computer, namun tetap saja dimainkan secara manual, terpisah-pisah. Saya yang bertindak sebagai program music harus mewaspadai terjadinya salah piih gendingan. Karena jika itu terjadi, akan berdampak fatal bagi dalang.

Pencarian



KapanLagi.com Trailer

Kingkilaban

Katumbiri

Bedah & Niaga