Jumat, 28 Juni 2019

Catatan Tentang Seleksi Calon Anggota dan Tenaga Sensor LSF Periode 2019-2023


TENTU ada banyak yang bertanya-tanya, kapan hasil seleksi administrasi Calon Anggota dan Tenaga Sensor LSF diumumkan? Pada saat rekrutmen diumumkan, disebutkan bahwa rencananya akan diumumkan pada 20 Juni 2019. Namun sampai saat ini, setidaknya pada saat catatan ini diposting, panitia seleksi belum mengumumkannya. Saya salahsatu Anggota LSF yang sekarang masih bertugas, turut merasakan kegelisahan para peserta yang kabarnya berjumlah ratusan peserta. Sebab, pada tahun 2014 pun saya merasakan hal yang sama, ketika saya menjadi peserta seleksi Anggota LSF (Lembaga Sensor Film).

Catatan ini hanya sekedar sharing kepada rekan-rekan yang sedang menunggu pengumuman, sekaligus menegaskan bahwa para petahana yang sekarang mengikuti seleksi lagi (termasuk saya) benar-benar tidak tahu-menahu dapur panitia seleksi. Ini sangat penting disampaikan agar semuanya  dapat terbuka bahwa seleksi berlangsung secara sportif. Semua peserta seleksi, baik petahana maupun peserta baru benar-benar memiliki kedudukan yang sama, kesempatan yang sama, dan tidak ada keistimewaan bagi incumbent. Jika ada kecurigaan atau bahkan ada yang menyatakan Anggota LSF sengaja menunda-nunda seleksi atau kabar kurang sedap lainnya, tentu tidak benar. Saya dan rekan-rekan Anggota LSF, tidak ada yang terlibat dalam proses seleksi ini. Saya sendiri benar-benar tidak tahu, kenapa pengumuman hasil seleksi administrasi ditunda. Seleksi Anggota dan Tenaga Sensor LSF bukan kewenangan Anggota LSF.

Saya selalu berhusnudzon. Percaya sepenuhnya kepada panitia seleksi. Termasuk hal-hal yang menyangkut waktu dan teknis seleksi, saya berbaik sangka. Banyak kemungkinan permasalahan teknis atau apapun yang terjadi, sehingga waktu pengumuman tertunda. Saya belajar banyak dari pengalaman seleksi Anggota LSF tahun 2014. Pada saat itu prosesnya cukup panjang, kurang-lebih setahun. Saya ikut seleksi Anggota LSF pada bulan September 2014, dan setelah melewati berbagai tahapan, baru dilantik pada 15 September 2015. Tentu pada masa-masa menunggu itu, saya cukup gelisah. Namun, saya tetap berbaik sangka kepada pansel.

Sesuai UU No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, masa bakti Anggota dan Tenaga Sensor LSF adalah 4 tahun. Seleksi pada tahun 2014 adalah untuk masa jabatan Anggota LSF 2014-2018. Namun dikarenakan prosesnya memakan waktu setahun, maka masa jabatan pun disesuaikan menjadi 2015-2019. Jadi, jika misalnya Anggota LSF dan Tenaga Sensor sekarang dilantik tahun 2020, maka masa baktinya dipastikan menjadi 2020-2024. Untuk hal tersebut, kita percayakan saja kepada yang pihak-pihak yang berwenang.

Pada proses seleksi Anggota dan Tenaga Sensor LSF tahun 2014, saya benar-benar orang baru yang datang dari daerah. Tidak ada satupun pansel yang mengenal saya, tidak ada saudara atau kerabat yang menjadi pejabat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, apalagi di Komisi 1 DPR-RI. Saya berkompetisi dengan segala daya yang dimiliki, dengan motivasi harus lolos. Dalam setiap kompetisi atau lomba-lomba yang pernah saya ikuti, misalnya lomba menulis, saya memang selalu memiliki niat untuk lolos menjadi pemenang. Tak pernah saya ikut kompetisi jika hanya untuk berpartisipasi atau sekedar mengisi waktu menambah pengalaman. Dalam perjalanan berkompetisi, saya selalu ingin menang. Namun, pada kenyataannya tidak setiap kompetisi dapat dimenangkan. Catatan kekalahan saya pun banyak. Dan saya sangat siap untuk menerima kekalahan dengan legowo, terlepas motivasinya selalu ingin jadi pemenang.

Saya menilai panitia seleksi Anggota LSF 2014 telah melaksanakan tugasnya dengan baik, jauh dari kolusi dan nepotisme. Demikian halnya dengan panitia seleksi Anggota dan tenaga Sensor LSF 2019 ini, saya tetap berhusnudzon. Saya yakin pansel akan memilih Anggota dan tenaga Sensor LSF terbaik dari para peserta seleksi, yang tentunya dipandang dapat mengemban amanah penyensoran film dan iklan film di Indonesia.

Kepada rekan-rekan yang mendaftar sebagai peserta calon Anggota dan Tenaga Sensor LSF, selamat berjuang dan mari kita lalui proses ini dengan tetap bersemangat. Saya pun menjadi salahsatu peserta seleksi yang memiliki kesempatan dan kedudukan sama. Jika saya lolos lagi, saya mengucapkan kembali Bismillah... dan kalau saya tidak lolos, tentunya saya mengucapkan selamat dan sangat mendukung Anggota dan Tenaga Sensor LSF terpilih. Saya percaya masalah jabatan itu sudah tercatat di Lauhul Mahfudz. Kewajiban saya hanya berusaha dan berdoa secara maksimal. Adapun untuk hasilnya, bukan lagi kewajiban saya.

Di tahun terakhir masa jabatan Anggota LSF, tentunya saya mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mengemban amanat menjadi Anggota LSF-RI. Khususnya kepada Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo, Bapak/ Ibu Anggota Komisi I DPR-RI, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Bapak/ Ibu Panitia Seleksi Anggota LSF.

Salam, Dhipa Galuh Purba (M Sudama Dipawikarta)


SETELAH SAYA MEMPOSTING CATATAN INI, SAYA MEMBUKA LAMAN SELEKSI LSF, DAN TERNYATA PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI TELAH TERPUBLISH,

INI MENUNJUKKAN BAHWA SAYA BENAR-BENAR TIDAK TAHU DAPUR PANITIA SELEKSI CALON ANGGOTA DAN TENAGA SENSOR LSF.

MAKA.... SELAMAT KEPADA YANG SUDAH DINYATAKAN LOLOS. MARI KITA MENJALANINYA DENGAN TETAP BERSEMANGAT.

BAGI YANG BELUM LOLOS, SEMOGA TIDAK BERKECIL HATI. KESEMPATAN MASIH PANJANG DAN SEMOGA SUKSES DI BIDANG LAINNYA... AAMIIN.

Ini adalah PENGUMUMAN RESMI DARI PANSEL.
Lampiran CALON ANGGOTA LSF YANG DINYATAKAN LULUS SELEKSI ADMINISTRASI
Lampiran CALON TENAGA SENSOR YANG DINYATAKAN LULUS SELEKSI ADMINISTRASI

 


Dr. Dyah Chitraria Liestyati (Anggota LSF Unsur Pemerintah, Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan M Sudama Dipawikarta (Anggota LSF Unsur Masyarakat)

Comments
0 Comments

0 komentar: