Rabu, 29 Januari 2020

Indahnya Gonta-ganti Pasangan

Pasangan MC di beberapa acara: Mira RG Wiranata Kusumah dan Dhipa Galuh Purba




Catatan DHIPA GALUH PURBA

TIDAK usah terlalu setia dengan satu orang pasangan. Berganti pasangan akan terasa lebih indah, seraya menambah kenalan baru, sensasi baru, dan tentu pengalaman baru. Maka selalu terbukalah untuk dipasangkan dengan orang baru, baik sesama jenis atau berlainan jenis. Semua itu akan tergantung pada permintaan. Tidak perlu risau. Sebagai seorang MC profesional, kita harus selalu siap dipasangkan dengan siapapun, termasuk orang yang baru kita kenal.

Pada acara ceremony tertentu, terkadang panitia menginginkan pembawa acara tunggal atau sebaliknya, sepasang pembawa acara. Kalau kita diundang untuk bertugas sebagai MC tunggal, kita tinggal mempersiapkan diri untuk tampil tunggal sebaik mungkin. Namun, jika kita dipasangkan dengan MC lain, ada beberapa persiapan yang penting untuk dilakukan.

Berdasarkan pengalaman, jika panitia sebuah acara menginginkan sepasang MC, biasanya kita akan dipasangkan dengan MC yang berlawanan jenis kelamin. Kalau kita laki-laki, biasanya akan dipasangkan dengan MC seorang wanita. Begitu juga sebaliknya. Kalau pasangan kita sudah pernah berpasangan membawakan acara pada suatu acara, tentu  tidak terlalu banyak hal-hal yang perlu dilakukan, karena sudah berpengalaman bersama-sama menyukseskan acara dengan kompak. Ya, kunci berduet membawakan acara adalah KOMPAK. Sebab, Kompak adalah pangkal sukses dalam memimpin sebuah acara.

Jika kita dipasangkan dengan orang yang baru kita kenal, sebaiknya kita melakukan hal-hal sebagai beriukut:

Berkenalan
Bisa berkomunikasi melalui HP, atau lebih baik bertemu langsung. Misalnya janjian bertemu di cafe atau di tempat-tempat yang nyaman untuk ngobrol. Alasan kita mengajak bertemu  terbilang kuat: mau membahas dan mendiskusikan acara. Tentu, bukan sekedar alasan modus. Kita benar-benar akan membahas acara, selain berkenalan. Maka, pada saat kita akan berkenalan dan bertemu dengan calon pasangan kita, singkirkan pikiran-pikiran yang aneh, semisal... bisa nggak ya dia jadi pacarku? Itu sangat kampungan dan tidak profesional. Tanamkan niat tulus di dalam hati kita, bahwa kita benar-benar ingin berkenalan untuk menyukseskan acara yang akan kita pimpin, dan ingin menjalin persahabatan yang ikhlas. Dengan begitu, tidak akan ada beban dalam benak kita.

Apa yang perlu kita diskusikan? Kita bisa membahas siapa yang akan pertama bicara pada saat pembukaan, kapan berduet, dan siapa yang akan menutup. Selain itu, kita bisa membahas kostum yang akan dikenakan,  agar pada saatnya berlangsung acara benar-benar tampak serasi. Ya, harus serasi.

Mencari Tahu Latar Belakang dan Pengalamannya
Dengan mempelajari latar belakang dan pengalamannya, kita akan tahu bahwa pasangan kita lebih berpengelaman atau sebaliknya. Seperti apapun latar dan pengalamannya, kita tetap akan menjalin persahabatan dan menghormatinya. Jika kebetulan pasangan kita lebih berpengalaman, apa salahnya kalau kita mengafresiasi pengalamannya, dan mengekspresikan kegembiraan bisa berpasangan dengannya. Namun jika pengalaman pasangan kita berada dibawah kita, sebaiknya kita tidak usah sombong dan merasa lebih pandai. Tunjukkan pada dia, bahwa kita bukanlah apa-apa tanpa didampinginya. Kalau pun ada hal-hal yang perlu disampaikan, harus berhati-hati agar tidak terkesan mengajari. Santai saja. Biarpun kita lebih berpengalaman, pada saat tampil diaatas panggung belum tentu kita yang lebih baik. Pokoknya jangan sekali-kali meremehkan kemampuan pasangan kita.

(bersambung)

Comments
0 Comments

0 komentar: