Sajak DHIPA GALUH PURBA
Kegerahan ini semakin membaur
ketika air liur kian menggenang sekujur
hidupku bermandikan lumpur
yang telah begitu lama berhibur takabur
dalam terjaga dan lelapnya tidur
begitu jauh dari tafakur dan sujud syukur…
Hingga sampailah kaki ini ke tepi Idul Fitri
Alunan menyayat
hati dari
menara masjid
luluhkan bangunan keangkuhan
bertalu-talu beduk mengetuk
jiwa yang bergumul kebusukan
Angin dusun sambut Idul Fitri
sucikan alam
bersihkan luka, dendam, dan sisa-sisa putus asa
telah kumohon ampun:
kepada air, tanah, pohon, langit dan seluruh alam
izinkan kaki ini melangkah pada kefitrian
untuk melebur takabur
kuburkan kekufuran
Ranggon Panyileukan, 1 Ramadhan 1429 H
Komentar